
Kekurangan bukan menjadi halangan bagi mereka, adik-adik santri penyandang tunanetra dalam menghafal Al-Qur’an.
Di Panti Almahsyar, tempat di mana fasilitas serba kekurangan, mereka tetap beristiqomah tanpa mengeluh, berikhtiar dalam sunyi, dan bersyukur meski keadaan terasa semakin sulit dari hari ke hari.
Berbekal Al-Qur’an braille yang sudah usang dan sangat terbatas, bahkan sebagian sudah tidak layak pakai, mereka tetap semangat menapaki jalan cahaya-Nya.
Setiap hari mereka menghafal dan mengamalkan ilmu Al-Qur’an, meski dengan segala keterbatasan.

Salah satunya adalah adik Azim, santri penghafal Al-Qur’an yang selalu ceria menjalani kesehariannya di Panti Almahsyar. Di balik senyum tulusnya, Azim menyimpan harapan besar semoga suatu hari nanti, ada uluran tangan baik yang akan membantu ia dan teman-temannya agar bisa merasakan kenyamanan dalam beribadah, belajar, dan beristirahat.
Sayangnya, fasilitas di panti ini masih jauh dari kata layak untuk adik Azim dan teman-temannya bertahan hidup.
Mulai dari tempat tinggal yang sempit, kamar mandi seadanya, hingga kasur yang sudah usang dan rusak. Mereka bahkan sering harus tidur berdempetan, atau di atas tikar karena kasur tak mencukupi untuk menampung para santri tunanetra yang tidak sedikit itu.
Selain itu, kebutuhan makanan pun sangat terbatas. Gizi mereka belum tercukupi dengan baik, padahal mereka tengah dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan tenaga untuk terus melakukan aktivitas seperti menghafal Al-Qur'an dan belajar.
Yuk kita ringankan sedikit perjuangan mereka, dengan cara:
Terima kasih, #OrangBaik
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik